traveling Cirebon-Kuningan

December 30th, 2008 | by aldi |

ahhh akhir tahun yang indah …
libur yang sangat panjang di sana sini, yaaa walo akhirnya harus motong jatah cuti sih .. tapi kan ini cuti yang diizinkan karena cuti bersama, ya sayangnya nyempil 2 hari harus masuk .. yeap, libur+cuti Natal 2008 dan libur+cuti Tahun Baru 2009..
sudah terpikirkan rencana liburannya? kami berdua sudah punya… dan salah satunya sudah terealisasi, traveling ke Cirebon dan Kuningan

kenapa Cirebon dan Kuningan, pertama sejak lebaran kemaren mamah pengen ngajak diana buat berkunjung ke kota kelahirannya mamah di Kuningan, sekaligus nyekar ke makam orang tua mamah di Kuningan .. kedua, diana sendiri belum pernah ngunjungin 2 kota tsb jadi yaa sekalian jalan2.. ketiga, ya tentu saja murah meriah cukup modal mobil+bensin.. keempat, semangat jalan2 si mamah yg sudah menggebu2 dan harus direalisasikan (ck ck ck padahal baru seminggu kemaren beliau ini ngajar di Papua, sekarang udah jalan2 lagi, super mom memang)
… rombongan sendiri terdiri dari kami berdua, mamah dan Atin, sepupu kami, plus seorang sopir .. sayangnya si ade ga ikut, padahal itung2 jalan2 perpisahan sebelum dia pindah ke Palembang..

start dari Bandung hari Sabtu 26 Desember kemarin, pukul 9 pagi …
tujuan pertama ke Cirebon, via jalur biasa Sumedang-Kadipaten, arrghhh hari itu entah kenapa di perjalanan banyak bertemu titik macet, ya pasar lah (OMG, Tanjung Sari makin parahhh aja) ya pembagian rapor anak sekolahan ya banyak yg bikin pesta pinggir jalan lah, belum lagi rusaknya jalur Sumedang-Kadipaten (ngeliat jalan.. yg bikin bahagia itu cuman ngeliat jalur baru di Jatinangor)
sampe di Sumedang, seperti biasa, beli buah tangan dulu buat yang di Cirebon … bukan.. bukan beli tahu, kami agak males buat beli tahu Sumedang.. ga manyus klo udah dingin, selaen itu juga makin kemari makin ga berisi aja … bahkan tahu yg paling sip pun, Bungkeng, udah ga gitu menarik lagi … di Sumedang beli oncom garing di toko Palasari
mamah-diana belanja oncom di tukang tahu

selepas dari Sumedang lanjut ke Cirebon .. perjalanan belok dulu ke pusat batik Cirebon, Trusmi ..

CIREBON—Bagi kolektor batik, nama desa Trusmi Wetan dan Trusmi Kulon, Kecamatan Weru, Cirebon tak dapat dipinggirkan. Desa yang terletak sekitar lima kilometer dari pusat kota ini sejak puluhan tahun lalu telah menjadi sentra bisnis batik. Sayang, mereka harus kedodoran mencari para pembatik lokal.
Kisah membatik desa Trusmi berawal dari peranan Ki Gede Trusmi. Salah seorang pengikut setia Sunan Gunung Jati ini mengajarkan seni membatik sembari menyebarkan Islam. Sampai sekarang, makam Ki Gede masih terawat baik, malahan setiap tahun dilakukan upacara cukup khidmat, upacara Ganti Welit (atap rumput) dan Ganti Sirap setiap empat tahun.
Kelihaian membatik itu ternyata memberi berkah di kemudian hari. Batik Trusmi berhasil menjadi ikon batik dalam koleksi kain nasional. Seolah kain batik dari desa ini tak masuk dalam keluarga batik Cirebon. Batik Cirebon sendiri termasuk golongan Batik Pesisir…Sinar Harapan

seperti biasa, jalan2 bareng ibu2 liat yg namanya pusat batik.. pastinya bakalan blanja blanji dulu .. di Trusmi juga, mamah janjian dengan salah satu mahasiswanya yg kebetulan penduduk Cirebon, sebut saja Mbak Nena, Mbak Nena ini menganjurkan kami untuk datang ke salah satu butik kenalannya… biar dapet diskon gitu kali, biar murah asal selamat ..
mamah-diana belanja batik di salah satu butik
butik batik kenalan mahasiswa mamah

selesai belanja belanji di Trusmi, kami singgah dulu di warung makan Ampera untuk isi perut … aaah rupanya ini resto favorit mamah kalo ke Cirebon, letaknya sebelum pertigaan Cirebon Kota-Bypass.. sekarang perjalanan dipimpin Mbak Nena sebagai orang yang lebih mengenal kota Cirebon..
perjalanan pertama menuju kompleks makam Sunan Gunung Jati, yang berlokasi di Gunung Sembung

Di kompleks Makan sunan Gunung Jati terdapat beberapa tingkat dan gedung yang terdiri dari beberapa makam sesuai masa para pendahulu. Di bawah ini susunan gedung dan makam yang terdapat di dalam nya:… more

ok… sebetulnya rada2 males kesini.. beberapa kali aldi kesini, sitkonnya masih samaaa ajaa.. banyak yg minta dan kotak sumbangan yg mintanya “maksa abis!” .. sumbangan organisasi pemuda lah, sumbangan inilah itulah aaah males banged, kemaren aja abis sekitar 70 ribuan buat bayar sumbangan, pemandu restribusi dan parkir… ah makam yg komersil banged .. tapi ya sudahlah.. kunjungan ke Gunung Sembung kali ini juga lebih baik dari sbelumnya karena kami (dengan lobi Mbak Nena) bisa berkunjung lebih dalam ke komplek Gunung Sembung-nya, sayang untuk makan Sunan Gunung Jati sendiri memang tertutup untuk umum dan hanya bisa dibuka untuk keluarga keraton atau keturunan Sang Sunan.. sang pemandu tadinya menantang mengajak kami untuk naek lagi ke puncak Gunung Sembung, sayang sekali waktu itu sitkon sedang gerimis belum lagi udah sore, plus bau menyan semerbak di mana2 (bisa kebayang kan? ujan+gelap+bau menyan+komplek pemakaman+keramat pulak) … jadi kapan2 lagi deh …^^
mamah-diana-mbak nena-atin di depan pintu gerbang menuju Gunung Sembung

hari sudah menjelang malam, akhirnya kami memutuskan pulang terlebih dahulu untuk beristirahat, setelah sebelumnya ngeliat dulu Gedung Bank Indonesia Cirebon (yg dulu ada di duit gopek-an), sekedar lewat Keraton Kasepuhan dan mengantar Mbak Nena pulang..
…sekalian silaturahim, kami nginep di rumah kakaknya mamah, Uwa Juju, di daerah perumnas Ciremai Giri..
keesokan harinya, pukul 7.00 udah langsung berangkat karena ngejar beberapa objek wisata di Cirebon, kami juga tetap harus ke Kuningan pula …
pagi2 itu, dari perum Ciremai Giri, dengan ditemani Uwa Juju, kami semua mnuju daerah Pagongan untuk menikmati salah satu kuliner Cirebon, nasi lengko
rumah makan spesialis nasi lengko

kenyang perut langsung menuju objek wisata selanjutnya, sebelumnya kami jemput Mbak Nena lagi untuk menjadi guide di Cirebon .. tujuan selanjutnya Keraton Kasepuhan, cuman berhubung keraton masih tutup maka tujuan dialihkan ke Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kejawean … “katanya” sih di deket pelabuhan ini ada teluk yg pantainya sering dipake berendam untuk mengobati penyakit kulit… sebelum menuju daerah pelabuhan, kami sempat melewati Keraton Kacirebonan, ga mau merasa rugi, objek wisata yang satu ini juga harus dikunjungi..
Keraton Kacirebonan tidak terlalu besar, janganlah membayangkan akan menemui cem Keraton Ngayogyakarta .. Keraton Kacirebonan lebih mirip suatu rumah yg besar dengan halaman yang luas dan tembok/benteng yang mengelilinginya, sehingga ga heran kalo orang yang lewat situ mungkin ga ngeuh ada satu bangunan bekas era kejayaan monarki dulu.. pun begitu Keraton Kacirebonan tetap mempunyai nilai historis yang tinggi ……. dan sedikit mmm wingit mungkin?
Keraton Kacirebonan

selesai dari Kacirebonan, langsung menuju TPI Kajawean.. tapi sampe sana… aduuh udah dari parkiran jauh banged, nyampe pantainya juga kumuh banged, udah kayak pasar .. kami semua ilfil langsung balik lagi, tancep gas ke Keraton Kasepuhan
Pelabuhan TPI Kejawean

dari TPI, langsung menuju Keraton Kasepuhan.. keraton lagi? iya.. keraton, Cirebon sebagai salah satu daerah bekas monarki kerajaan Islam mempunyai 4 keraton, Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan serta Keprabon

Kerajaan Islam di Cirebon pada awal berdirinya bernama Pakungwati seiring perkembangan waktu dan campur tangan kerjaan lain (Banten dan Mataram), Pakungwati pecah menjadi Kasepuhan dan Kanoman.. kemudian Kanoman pecah menjadi dua Kanoman dan Kacirebonan dan selanjutnya Kanoman sendiri juga pecah kembali menjadi Kanoman dan Keprabon -seperti yg dituturkan pemandu di Kasepuhan tapi lengkapnya mungkin bisa baca yang ini “… Terbelahnya kekuasaan Keraton di Cirebon berawal dari sebuah kisah nan unik namun tanpa darah.
Pada tahun 1662, Amangkurat I mengundang Panembahan Adiningkusumah untuk datang ke Mataram di samping untuk menghormatinya juga mempertanggungjawabkan sikapnya terhadap Banten dan juga Mataram. Disertai oleh kedua orang putranya, Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya, ia memenuhi undangan tersebut.
Namun, setelah upacara penghormatan selesai, mereka tidak diperkenankan kembali ke Cirebon, melainkan harus tetap tinggal di Ibu Kota Mataram dan diberi tempat kediaman yang layak serta tetap diakui sebagai penguasa Cirebon.
Sejak Panembahan Girilaya dan kedua putranya berada di Ibu Kota Mataram, pemerintahan sehari-hari di Cirebon dilaksanakan oleh Pangeran Wangsakerta yang tidak ikut ke Mataram antara tahun 1662-1667. Berkat usaha Pangeran Wangsakerta dibantu Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten, kedua Pangeran Cirebon dapat pergi dari Mataram dan kembali ke Cirebon melalui Banten.
Tatkala Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya berada di Banten, Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat kedua Pangeran itu sebagai sultan di Cirebon dan menetapkan pembagian wilayah serta rakyat masing-masing.
Pangeran Martawijaya menjadi Sultan Sepuh yang berkuasa di Keraton Kasepuhan dan Pangeran Kartawijaya sebagai Sultan Anom yang berkuasa di Keraton Kanoman. Adapun Pangeran Wangsakerta diangkat menjadi Panembahan Cirebon, tetapi tidak memiliki wilayah kekuasaan dan keraton secara formal. … more
“-

kami sampai di Keraton Kasepuhan sekitar jam 8.30-an.. setelah sampai langsung masuk ke komplek Keraton yang dikelilingi oleh benteng tumpukan bata merah (yg ditempel tanpa adukan semen)… begitu masuk langsung dijelaskan tentang asal usul Keraton Kasepuhan yg sebelumnya bernama Keraton Pakungwati.. bangunan pertama yang dikunjungi yaitu museum penyimpanan kereta Singa Barong beserta duplikatnya, kereta ini merupakan kendaraan sultan yang sekarang hanya digunakan pada saat pawai 1 Syawal (untuk dimandikan)
Kereta Singa Barong
kunjungan selanjutnya menuju bangunan utama keraton, tempat sultan menerima tamu, bekerja dsb … untuk masuk ke bagian dalam keraton ada dua pintu namun untuk pengunjung umum harus melewati pintu Buk Bacem
bangunan Keraton Kasepuhan
pintu Buk Bacem
memasuki bangunan utama, kami langsung digiring pemandu untuk menuju Bangsal Prabayaksa, tempat Kesultanan Kasepuhan mengadakan acara (termasuk ritual Panjang Jimat) dan beramah tamah dengan tamu .. satu tingkat di atas Bangsal Prabayaksa terdapat Bangsal Panembahan, salah satu bagian keraton yang paling sakral, karena tidak boleh dikunjungi oleh orang lain kecuali sultan dan atas perintah sultan, menurut sang pemandu, Bangsal Panembahan merupakan salah satu bagian yang tidak pernah mengalami renovasi dan dibiarkan seperti apa adanya semenjak Pakungwati berdiri hingga sekarang, subhanallah ..
dinding antara Bangsal Prabayaksa dan Bangsal Panembahan
keluar dari bangunan utama Keraton, oleh pemandu yg merupakan kerabat keraton dan kenalan Mbak Nena langsung mengajak kami untuk mengunjungi museum keraton yg berada di sebelah kanan keraton.. museum berisikan benda2 peninggalan leluhur keraton seperti mata tombak, keris, gamelan, baju perang, batik jaman dulu, alat musik peninggalan Sunan Kalijaga bahkan batok kepala buaya putih… ya buaya putih, pemandu bilang jaman dahulu kala, bagian belakang keraton merupakan kawasan hutan kecil yang berisikan hewan2 dari yang langka sampe yang aneh2, ya model buaya putih itu ..
selanjutnya kunjungan dilanjutkan ke kawasan Petilasan Pakungwati, salah satu daerah paling tua di keraton, berisikan sumur kramat keraton kemudian langgar untuk sholat, taman peristirahatan, serta salah satu tempat yg paling sakral di lingkungan keraton, tempat i’tikaf/tirakat para sultan yang tidak boleh dikunjungi oleh wanita (pada saat itu sendiri pintu masuknya digembok)
taman air Petilasan Pakungwati
gerbang tempat itikaf/tirakat Sunan Gunung Jati dan para sultan Kasepuhan
Petilasan Pakungwati
ah kenyang sekali berkunjung ke Keraton Kasepuhan ini, betul2 salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika datang ke Cirebon ………….

sebetulnya masih banyak tempat yang ingin dikunjungi di Cirebon, sseperti Keraton Kanoman, Taman Gua Sunyaragi, Keraton Keprabon dll.. hanya sayang waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 belum lagi berkunjung ke Kuningan, akhirnya setelah membeli oleh2 perjalanan langsung dilanjutkan ke Kuningan
sampai di Kuningan, setelah melepas lelah.. dilanjutkan dengan kunjungan ke pemakaman orang tua mamah.. udah lama ga kesini, rada2 ga kerawat nih.. oya merupakan keinginan mamah sejak dulu untuk ngajak diana nyekar ke makam.. setelah nyekar dan istirahat sejenak sambil menikmati hucap (kuliner khas Kuningan, mirip kupat tahu) .. perjalanan dilanjutkan kembali ..

kunjungan selanjutnya menuju daerah Cigugur .. merupakan salah satu daerah wisata di Kuningan, di sini selain hawa daerah yg masih sejuk juga terdapat beberapa objek wisata .. di antaranya adalah Kolam Keramat Cigugur

….Tidak menunggu lama lagi Eyang Padara kemudian berwudhu atau bersuci. Setelah itu membaca dua kalimat syahadat dibimbing oleh Syarif Hidayatullah. Tetapi sebelum kalimat selesai Eyang Padara, menghilang seolah-olah ditelan bumi, tak lama setelah itu turunlah hujan sangat lebat disertai suara petir. Dari mulai saat itu masyarakat menamakan Kampung Cigugur yang mempunyai arti gugurnya ilmu yang dimiliki oleh Eyang Padara.
Selanjutnya kolam tersebut oleh Syarif Hidayatullah ditanami Ikan Kancra Putih, yang sekarang terkenal dengan nama Ikan Dewa, sampai sekarang masyarakat Cigugur tidak pernah kekurangan air malahan sebagian besar masyarakat Kuningan kebutuhan air dipasok dari kolam Cigugur yang dikelola oleh PDAM Kuningan…..more

aahh tempat inipun sudah banyak berubah sejak terakhir aldi kunjungin……. waktu SD dulu xixixixi… waktu SD tmpat ini rasanya indah sekali, kolamnya masih jernih hingga kita bisa melihat dasar kolam yang berisikan batuan2 kali .. sekarang? selain banyak sampah di pinggir kolam, dasar kolam sudah tidak begitu terlihat karena lumut.. tapi tetap amaze melihat ikan Kancra Bodas atau ikan dewa yang warnanya blue black (istilah Diana), ikan ajaib yang katanya jumlahnya sejak dulu hingga sekarang tidak pernah bertambah ataupun berkurang .. wallahualam…
Kolam Cigugur
Ikan Dewa/Kancra Bodas

dari Cigugur perjalanan dilanjutkan menuju daerah Mandirancan untuk membelikan pesanan dan oleh2 orang2 di Bandung … sebetulnya sebelum ke Mandirancan hendak ke Linggarjati dan Cibulan terlebih dahulu, sayang sekali waktunya udah terlalu sore dan penumpangnya tewas kecapekan smua… oleh2 di Mandirancan? kenalkan opak 2D, opak dua dimensi … letaknya ada di daerah Mandirancan yg hendak menuju Sumber-Cirebon .. wajib dicoba, doyanannya keluarga2 kami di Bandung, nah di Mandirancan inilah langsung ada pabriknya
toko opak 2D, Mandirancan

sehabis beli opak 2D, dari Mandirancan teruss ke Cirame menuju daerah Sumber … di sekitar sini pula ada sentra pedagan salak pondoh yg masih fresh! baru dipetik dari pohonnya .. sedikit saran, kalo mau beli salak di sini lebih baik beli salak yg masih nempel sama batangnya (banyak durinya) karena rasanya betul2 fresh!
pedagang salak pondoh Cirame
dan akhirnya perjalanan diteruskan ke Bandung dan alhamdulillah sampai dengan selamat pada pukul 21.00 …. ah vacation yang menyenangkan, terutama dengan keluarga lagi ….

Tags: , , ,

11 Responses to “traveling Cirebon-Kuningan”

  1. By linda on Dec 31, 2008

    wah asyiknya yg abis jalan2 ;)
    blue back? sama gak sama biru demek :D
    met th baru ya Di, semoga kita selalu dalam limpahan berkah, rahmat dan ridho Allah, aamiin

    Gravatar
  2. By idawy on Dec 31, 2008

    arrgghh!! tidaaakkk!!
    *msh shock hbs blogwalking ke tempat Putri..
    ini tha Jonathan Frizzy-nya huhuhuhuhu

    Btw Ald, semakin mbulet ya semenjak nikah :wink:

    Gravatar
  3. By devishanty on Jan 1, 2009

    happy new year!
    hope all your wishes do come true! =D

    Gravatar
  4. By romizone on Jan 4, 2009

    Hehhehehe
    Test spam ke weblog sendiri ,,,,,

    NB: Kok aku kangen ya ama temenmu yang manis banget yang di lantai 5 , heheheh

    Yang namanya pakai “sayang” gitu , hehhehe

    Gimana ya Ald, biar ndak timbul kangen candain dan godain anak itu ya ?
    Ada ide dan nasehat Ald ?

    Habis dianya manis banget hehehheeheh

    Entahlah……………..

    Gravatar
  5. By KonstantinMiller on Jul 7, 2009

    Hello, can you please post some more information on this topic? I would like to read more.

    Gravatar
  6. By adi on Jul 13, 2009

    sory cm ksih tau d ahir cerita mungkin bukan cirame tp cirea.

    Gravatar
  7. By buy_vigrxplus on Jul 16, 2009

    Great post! I’ll subscribe right now wth my feedreader software!

    Gravatar
  8. By buyvigrx on Sep 6, 2009

    Nice post! GA is also my biggest earning. However, it’s not a much.

    vigrx

    Gravatar
  9. By sofie on Apr 12, 2010

    terima kasih yach ngunjungi kacirebonan, ini namanya bijaksana jangan selalu memandang ke atas tapi sesekali pandang ke bawah, kalau dalam suatu negara ada yang besar dan juga ada negara kecil, jangan sangka biar kecil banyak hasanah budaya, adat, tradisi, seni budaya, trim ysch

    Gravatar
  10. By sofie on Apr 12, 2010

    memang kacirebonan masih belum open house, insya Allah dalam kurun waktu 7 tahun ke depan kacirebonan akan cantik tergantung pihak keseriusan pemerintah dan kepedulian kita semua,

    Gravatar
  11. By plesir wisata cirebon on Sep 15, 2015

    #PAKETCITYTOURCIREBON & #TOURCIREBONKUNINGAN2H1M

    #CityTourCirebon

    ITINERARY
    09.00 - 09.30 Jemput di Stasiun KA Kejaksan Cirebon
    09.30 - 10.00 Makan pagi Nasi Jamblang Mang Dul / Ibu Nur
    10.00 - 11.00 Tour Keraton Kasepuhan
    11.00 - 12.00 Tour Goa Sunyaragi
    12.00 - 13.00 Makan siang Empal Gentong H. Apud
    13.00 - 14.30 Tour Industry Kerajinan Kerang
    14.30 - 16.30 Belanja di Desa Trusmi Batik
    16.30 - 17.30 Oleh - oleh Khas Cirebon
    17.30 - 18.00 Kembali ke Stasiun KA Kejaksan Cirebon
    18.00 - Tour Selesai

    HARGA PAKET TOUR CIREBON :
    Rp 400.000,- (5 Orang)
    Rp 325.000,- (10 Orang)
    Rp 275.000,- (20 Orang)
    Rp 235.000,- (30 Orang)
    Rp 215.000,- (40 Orang)
    Rp 195.000,- (50 Orang)
    Rp 175.000,- (60 Orang)

    HARGA TERMASUK :
    ARMADA WISATA, MOBIL / ELF / HIACE / BUS MEDIUM / BIG BUS (AC)
    TIPS DRIVER, BBM, PARKIR
    TOUR GUIDE
    MAKAN PRASMANAN 2X (KHAS CIREBON)
    JAJANAN PASAR 1X (KHAS CIREBON)
    AIR MINERAL 600ML
    HTM OBJEK WISATA
    LOKAL GUIDE

    #TourCirebonKuningan 2H1M

    ITINERARY Hari 1
    09.00 - 09.30 Jemput di Stasiun KA Kejaksan Cirebon
    09.30 - 10.00 Makan pagi Nasi Jamblang Mang Dul / Ibu Nur
    10.00 - 11.00 Tour Keraton Kasepuhan
    11.00 - 12.00 Tour Goa Sunyaragi
    12.00 - 13.00 Makan siang Empal Gentong H. Apud
    13.00 - 14.30 Tour Industry Kerajinan Kerang
    14.30 - 16.30 Belanja di Desa Trusmi Batik
    16.30 - 17.30 Oleh - oleh Khas Cirebon
    17.30 - 18.00 Menuju Hotel + Check In
    19.00 - 21.00 Makan malam RM Klapa Manis (Menu Sunda)
    21.30 - Kembali ke Hotel

    ITINERARY Hari 2
    07.00 - 09.00 Breakfast di Hotel + Check Out
    09.00 - 10.30 Tour Situs Purbakala Cipari
    10.30 - 12.00 Tour Museum Linggarjati
    12.00 - 13.30 Tour Ikan Dewa Cibulan
    13.30 - 15.00 Makan siang RM Ampera (Menu Sunda)
    15.00 - 16.30 Oleh - oleh khas Kuningan
    16.30 - 18.00 Kembali ke Stasiun KA Kejaksan Cirebon
    18.00 - Tour Selesai

    HARGA PAKET TOUR CIREBON :
    Rp 1.045.000,- (5 Orang)
    Rp 1.035.000,- (10 Orang)
    Rp 745.000,- (20 Orang)
    Rp 725.000,- (30 Orang)
    Rp 705.000,- (40 Orang)
    Rp 685.000,- (50 Orang)
    Rp 645.000,- (60 Orang)

    HARGA TERMASUK :
    ARMADA WISATA, MOBIL / ELF / HIACE / BUS MEDIUM / BIG BUS (AC)
    TIPS DRIVER, BBM, PARKIR
    TOUR GUIDE
    MAKAN PRASMANAN 4X (KHAS CIREBON + SUNDA)
    JAJANAN PASAR 1X (KHAS CIREBON)
    AIR MINERAL 600ML
    HTM OBJEK WISATA
    LOKAL GUIDE

    #TourGuideCirebon Rp150.000,-/Day (12Hours)
    #OjekWisataCirebon Rp100.000,-/Pax/Unit + Driver + BBM + Parkir
    #WalkingTourCirebon Rp150.000,-/Pax + Guide Tour
    #BecakWisataCirebon Rp200.000,-/Unit + Driver
    #TaxiWisataCirebon Rp250.000,-/Pax (Min2Pax) Unit + Driver + BBM + Parkir

    Reservasi Booking :
    082127388347, 087710663947?

    Gravatar

Post a Comment